Ini Arahan Fraksi PKS kepada Para Kader dan Simpatisan atas Pemberhentian Fahri Hamzah
Jakarta (19/5) – Fraksi PKS DPR RI memberikan
arahan untuk para kader dan simpatisan PKS agar senantiasa mengikuti
penjelasan pimpinan PKS atas kasus pemberhentian Fahri Hamzah, baik dari
keanggotaan PKS maupun kursi Pimpinan DPR RI.
Berikut adalah transkrip wawancara lengkap yang disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS DPR RI Almuzzammil Yusuf, di ruang kerja, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (18/5) kepada Humas Fraksi PKS DPR RI.
Berikut adalah transkrip wawancara lengkap yang disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS DPR RI Almuzzammil Yusuf, di ruang kerja, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (18/5) kepada Humas Fraksi PKS DPR RI.
“Kader kita bisa mengikuti penjelasan
pimpinan partai bahwa sejak 1 september 2015, Saudara Fahri Hamzah
dipanggil, dinasehati untuk bersikap sesuai dengan harapan kepemimpinan
yang baru.
Dari mulai Ketua Majelis Syuro, Wakil
Ketua Majelis Syuro, bahkan Presiden PKS sudah menjelaskan hal tersebut,
bahkan saat itu Saudara Fahri sudah meng-iyakan (untuk bersikap sesuai
harapan partai), semua panjang sekali penjelasannya.
Tapi, ketika kemudian pada Oktober akhir,
terjadi sekian pelanggaran sebagaimana yang diamanatkan pimpinan
partai, Beliau dipanggil kembali untuk dirotasi sebagai anggota atau
pimpinan DPR RI yang lain, dan Beliau saat itu menerima. Tidak
membantah.
Tapi, dalam perjalanannya, Beliau meminta
sampai 15 Desember, dan partai pun menyetujui. Nah, dari Oktober akhir
sampai Desember itu, ternyata terjadi perubahan sikap dari Saudara
Fahri, mulai dari menerima dengan senang hati, tetap berada di partai
yang penting, ternyata dia berubah, dia tidak siap, bahkan dia
menganggap ini permintaan pribadi dari Ketua Majelis Syuro, dia siapkan lawyer, menghadirkan persidangan, dan sebagainya.
Sebenarnya, yang siap mengatakan siap
untuk di-BPDO atau diproses hukum, adalah Saudara Fahri sendiri.
Sementara pimpinan partai telah melakukan sesuai prosedur, dialog,
memberikan waktu, sehingga mau tidak mau harus ditegakkan disiplin
partai. Kedisiplinan partai itu mutlak, ketaatan kepada pemimpin selagi
tidak melanggar hal-hal yang disyariatkan. Kita sudah berjanji untuk
itu.
Jadi, kader tidak perlu bingung, baca
penjelasan itu. Itulah yang sesungguhnya terjadi. Bahwa ada analisa
terjadi tekanan dari pihak luar, tekanan politik, atau orang-orang
tertentu yang mempengaruhi, saya kira itu klaim-klaim saja untuk
mengaburkan substansi yang telah dijelaskan oleh pimpinan partai”

Post a Comment