Header Ads

ad

Inilah Modal Utama Hamas yang Mampu Menggetarkan Semua Musuh

Dunia diramaikan dengan berbagi peran. Israel mengangkangi Al-Aqsha. Iran mencoba menganeksasi Al-Haramain. Damaskus, pusat Khilafah Umayyah dikuasai Syiah-Russia. Irak dianeksasi AS-Israel. Mesir ditaklukkan Israel-AS-Uni Eropa. Praktis secara de facto, tinggal Saudi Arabia dan Turki yang masih mengendalikan kedua negara.

Namun apapun yang terjadi, jangan pernah melupakan akar masalah dari semua tragedi. Ia adalah; ketidakmampuan bangsa Arab berdiri sama tinggi dengan Israel. Dalam hal ini, ambisi Theodore Hertzel terbukti; "Pada suatu masa. Bangsa Arab akan dipimpin manusia-manusia berkualitas rendah dari kalangan mereka. Hingga akan datang suatu kondisi, dimana pasukan militer Israel disambut dengan bunga dan minyak kesturi."

Pengecualian Raja Salman. Hampir seluruh pemimpin Arab saat ini tak lebih dari manusia-manusia sampah. Termasuk dalam hal ini adalah mendiang Raja Saudi sebelum Raja Salman, yang dengan "ambigunya" mendukung kudeta berdarah di Mesir. Kini Raja Salman harus menuai getahnya. Saudi tersandera oleh As-Sisi dan Zionis Israel.

As-Sisi di SU PBB belum lama menegaskan, "Wajib berdamai dengan Israel yang harus mencakup seluruh negara Arab." Raja Jordania setali tiga uang. Maka wajar keduanya intim berkolaborasi, menyengsarakan rakyat Gaza. Terowongan-terowongan Gaza kini dipenuhi air laut, yang dialirkan militer As-Sisi.

Namun kita harus angkat topi terhadap sikap HAMAS. Jauh hari menegaskan, "Lakukan apapun yang membuat kalian senang. Tutuplah semua perbatasan. Banjirilah kami dengan air laut. Tutuplan terowongan-terowongan.

Tangkaplah pemuda-pemuda Gaza. Bekerjasamalah dengan penjajah Israel dalam menghancurkan Gaza. Namun ingatlah wahai Mesir. Kami di Gaza, tidak akan pernah memenangkan pertempuran dengan konvoi militer dan kekuatan senjata. Kemenangan kami terkait erat dengan sejauhmana hubungan kami dengan Allah Ta'ala."

Allahu Akbar!

Oleh : Nandang Burhanuddin

Tidak ada komentar