Header Ads

ad

PP AL- Ishlah Bondowoso Salurkan 1.650 Hewan Kurban

Bondowoso, Bhirawa

Pondok Pesantren Al-Ishlah yang beralamat di Desa Dadapan Kecamatan Grujugan di bawah asuhan KH Muhammad Ma’shum yang sudah sekitar 18 tahun menyalurkan daging kurban, kembali dipercaya warga Singapura untuk menyalurkan sekitar 1.650 hewan kurban bagi sedikitnya 10.000 KK miskin yang ada di Bondowoso dan beberapa daerah lain yang membutuhkan daging kurban tersebut, termasuk di dalamnya puluhan lembaga pendidikan dan Pesantren, Kamis (24/9) kemarin.

Usai melaksanakan Salat Iduladha, bertempat di sekitar masjid setempat seluruh hewan kurban yang terdiri dari 1.500 kambing serta 150 sapi tersebut disembelih secara bergiliran disesuaikan dengan niat serta dari siapa hewan kurban tersebut berasal dengan dipandu dan dipantau langsung oleh KH Thoha Yusuf Zakaria Lc (Gus Toha) yang tak lain adalah putra pengasuh.

Dalam pelaksanaan penyembelihan kurban tersebut untuk ketertiban penyelenggaraan dibentuk panitia khusus yang terdiri dari 600 orang dengan pembagian tugas di antaranya penjaga kambing dan sapi, penyembelih, petugas pelucut kulit, pencacah dan penimbang daging, penyalur hingga petugas keamanan.

KH Muhammad Ma’shum Pengasuh PP Al-Ishlah saat ditemui Bhirawa mengaku berterima kasih dengan para donatur dari Singapura yang mempunyai kepedulian pada sesama muslim di Indonesia yang saat ini mulai langka bagi warga Indonesia. “Saat ini di Indonesia, kepedulian itu mulai langka, sehingga hal ini perlu dipelihara bahkan dikembangkan,” ungkapnya.
KH Ma’shum juga mengaku prihatin dengan berbagai kelemahan yang dialami umat Islam di Indonesia diantaranya kelemahan Iman, kelemahan Akhlak, kelemahan Berilmu, kelemahan Ekonomi, kelemahan Jihad serta kelemahan Solidaritas (gotong royong).
Sehingga saat ini bangsa ini mudah dipecah belah dan diadu domba.

“Semoga dengan idul Qurban ini kita bisa mengambil hikmah untuk meningkatkan Iman, Akhlak, Ilmu, Ekonomi, Jihad serta Solidaritas. Kita harus malu dengan warga Singapura yang jauh-jauh datang hanya untuk mengantarkan daging kurban demi solidaritasnya bagi warga Muslim di Indonesia,” katanya.

Secara Khusus pengasuh menyampaikan terima kasih kepada Fahrurrazi Travel and Servicers, As Sahar Service serta Perhimpunan Masyarakat Muslim di Singapura yang telah 18 tahun mempercayakan pada Al-Ishlah menyalurkan daging Qurbannya.

“Semua daging ini kami distribusikan pada ribuan keluarga yang membutuhkan sesuai permohonan khususnya untuk Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi bahkan juga beberapa kabupaten lain di Jatim,” katanya.
Kerja sama dengan warga Singapura tersebut menurut pengasuh tidak hanya dalam bentuk penyaluran kurban, tetapi juga sudah dikembangkan dalam bidang pendidikan khususnya pemberian keterampilan dan teknologi Informasi yang semuanya dilakukan secara gratis bahkan mereka sendiri yang keluar biaya. “Mereka memang betul-betul gila terhadap Ilmu Allah, sehingga rela mengeluarkan biaya sendiri untuk menyalurkan ilmunya,” katanya.

Sementara itu Nurrudin (58) salah satu donatur warga Singapura yang datang langsung menyaksikan penyembelihan hewan Qurban tersebut mengakui jika hewan tersebut berasal dari kaum muslimin yang ada di Singapura. Hal ini menurutnya sudah dilakukan hampir 18 tahun lebih. “Mungkin karena kejujuran penyalur Kurban disini, warga muslim disana percaya untuk disalurkan disini,” ungkapnya.

Nurrudin yang saat itu didampingi 47 orang penyalur kurban dari Singapura di antaranya H Ramli, Amin, Sulaiman dan Hj Sanija tersebut mengaku akan terus meningkatkan kerjasama dengan PP Al-Ishlah dalam berbagai bidang untuk kejayaan Umat Islam. [har]

Tidak ada komentar