MAKNA MILITANSI PARTAI..
PKS di bubarkan, kader nya siap, karena partai hanya sebuah wasilah, tetap solid, bentuk partai lain yang lebih garang mengusung kebenaran dan perubahan
PARTAI DEMOKRAT di bubarkan, kader nya kocar kacir, mencari partai lain yang mau menampung, lalu jengah seolah jijik mendengar demokrat padahal dulu nya paling depan bela demokrat
KPK di bubarkan, pegawai nya di tampung ke berbagai departemen, mulai belajar lupa apa itu KPK, pemimpin dan jajaran atas nya ada yang kembali ke media, jadi dosen, dan ada yang gabung ma partai nya hary tanoe..
hmmm
membangun sebuah sistem jamaah itu memerlukan waktu yang sangat lama, kesolidan adalah sebuah harga mati
waktu yang menciptakan rasa itu, rasa saling dan merasa memiliki akan jamaah itu terus tertempa
ingat dulu, ketika pertama kali mengikuti pengajian pekanan
saya ingat membawa majalah sabili seperti membawa sebuah lembaran perjuangan, ditaruh nya pun di balik baju
berkumpul membentuk lingkaran, berbicara tentang dakwah, saling mengingatkan didalam membaca al qur’an, bermuhasabah, dan tak lupa menjumput canda diantara kacang rebus menu wajib pertemuan
saya ingat pada waktu itu, ngaji kita pekan dirumah siapa?.. menjadi pertanyaan pada mas’ul kelompok kita
murobbi yang berbicara tegas dengan nada lembut dan penuh kehati hatian agar tetangga sekitar tidak bertanya sedang apa
karena diantara materi, kita masih bisa mengetahui nasib saudara kita di palestina melalui majalah yang selalu menulis dgn kalimat menggelora hati
dulu, ibarat nya, kalau kita berangkat saat itu juga, pasti kita akan berangkat ke sana, ke negeri para syuhada setelah selesai membaca dan mendengar materi materi harokah dari murobbi
jiwa kita dibentuk dari sebuah ketidaknikmatan, dari ketidak nikmatan perlakuan penguasa
onak dan duri sudah biasa kita terima bahkan telah menjadi penghias kulit kita untuk bertahan melangkah
proses kebersamaan, proses lewat tekanan menumbuhkan yang sedikit demi sedikit menciptakan sebuah militansi
tidak butuh hanya sebuah konspirasi atau pun perlawanan penguasa untuk buat kami berhenti di jalan ini
jalan ini telah di tulis oleh tangan kami
keringat dan semangat juang kami
dan kami tidak akan biarkan sejengkal pun jalan ini kepada kalian penguasa, untuk paksa kami berhenti berjuang
tidak cukup sebuah konspirasi dan sistematis pembusukan buat kami berhenti
karena kami ada bersama negara ini ada
tulisan dan teriakan kami masih kami ingat di telinga kami
militansi kami seperti darah yang selalu mengalir tiada henti
Bang DW
@mbari jalan kaki sendirian
Post a Comment