Header Ads

ad

Laut as Sisi, Bagian Rencana Zionis Ubah Gaza Jadi Pulau

Pusat Informasi Palestina: “Laut as Sisi”, begitulah para aktivis di media sosial menyebut terusan air laut yang digali oleh militer Mesir di perbatasan dengan Jalur Gaza, bukan “Laut Mesir”, merupakan bagian pertama rencana lama Zionis dan obsesi yang tertunda pelaksanaannya beberapa kali tanpa sebab yang jelas, yaitu mengubah Gaza menjadi pulau musuh dan memisahkannya secara geografi serta mengisolasinya di tengah-tengah air.

Berdasarkan apa yang disajikan situs alkhalij online dalam arsif koran Yedeot Aharonot selama tahun 2004, kementrian perang Zionis telah mengumumkan tender kepada berbagai perusahaan untuk proyek penggalian terusan air sepanjang perbatasan dengan Mesir untuk mengisolasi Jalur Gaza, atau apa yang disebut dengan Jalur Philadelpia, guna menghadapi prediksi keamanan yang mengindikasikan, kala itu, cepatnya intensitas penyelundupan senjata dari Sinai dan bertambahnya ancaman keamanan jangka panjang serta meningkatnya penggalian terowongan-terowongan bila perbatasan terus terbuka.

Aharonot menjelaskan, sebagaimana disampaikan para pejabat di kementrian perang Zionis, bahwa terusan air yang ingin digali adalah terusan yang membentang sepanjang 4 kilometer dengan kedalaman antara 15 dan 25 meter. Hanya saja bila rencana ini dilaksanakan oleh pihak Zionis, akan membebani kas negara, selain akan menanggung baha keamanan yang besar saat pelaksanaan proyek. Karena itu, harus ada tim khusus dari militer yang memantau kerja dan menjamin keamanan perusahaan-perusahaan Zionis yang mengerjakan proyek ini.

Dari ini nampak jelas bahwa proyek Mesir sekrang ini adalah bagian saja dari rencana Zionis yang tertinggal di rak sampai adanya “sekutu” yang menanggung beban dari pihak Mesir. Namun proyek Zionis ini tidak terbatas mengisolasi Gaza dari Mesir saja, namun mencakup sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan wilayah Palestina yang dijajah Zionis tahun 1948, yang berada penuh di bawah kontrol penjajah Zionis.

Dalam konteks ini, situs alkhalij online mengutip dari laporan yang yang diterbitkan surat kabar ekonomi Zionis “The Marker” edisi Juli 2014, yang menegaskan adanya rencana kementrian perang Zionis sejak tahun 2001 yang diajukan sejumlah pakar, di antaranya Profesor Joseph Hazor (kepala departemen geologi di Ben-Gurion University of Zionisme), dan rekannya, Profesor Haim Gabritzmann (ahli hidrogeologi di Universitas Ibrani di Yerusalem).

Rencana yang disampaikan para pakar tersebut menyebut bahwa efektifitasnya 100% dan menjamin menghilangkan potensi ancaman terowongan antara Jalur Gaza dan wilayah Palestina terjajah tahun 1948, serta antara sisi Mesir dengan Zionis dan Gaza. Karena para pakar tersebut menyimpulkan hal itu setelah melakukan kajian dan ujicoba selama 4 tahun yang didanai oleh kementrian militer senilai lebih dari 300 ribu dolar. Hasilnya mereka mendapatkan mekanisme yang menjadikan terowongan-terowongan penuh dengan air, dan menjamin terjadinya longsong apabila dilakukan upaya penggalian terowongan lain di bawahnya. Para pakar tersebut telah melakukan uji coba di wilayah selatan Palestina terjajah tahun 1948 dan mereka memastikan efektivitas cara ini yang melampaui 90%. (asw/infopalestina.com)

Tidak ada komentar