Header Ads

ad

Laporan: 90 Ribu Kasus Penangkapan Tercatat Sejak Tahun 2000

Ramallah – Pusat Informasi Palestina: Badan Urusan Tawanan di Otoritas Palestina melaporkan bahwa sejak dimulai intifadhah al Aqsha pada 28 September 2000 hingga hari ini, telah tercatat lebih dari 90 ribu kasus penangkapan. Penangkapan-penangkapan tersebut terjadi pada semua kalangan masyarakat Palestina tanpa kecuali. Mencakup orang yang sakit, yang sedang terluka, orang cacat, dan orang lanjut usia. Semua orang yang ditangkap mengalami berbagai bentuk penyiksaan fisik dan psikis atau perlakuan keras dan melecehkan martabat.

Unit Kajian dan Dokumentasi Badan Urusan Tawanan di Otoritas Palestina dalam pernyataan yang dirilis pada hari Ahad (27/9), menegaskan bahwa di antara total penangkapan ada 12 ribu kasus penangkapan anak-anak di bawah umur, dan saat ini masih ada sekitar 200 anak yang mendekam di penjara Zionis. Ada 1200 kasus penangkapan perempuan mulai dari siswi, mahasiswi, kaum ibu dan para perempuan yang bersiaga di masjid al Aqsha, 4 di antaranya melahirkan di dalam penjara. Sampai saat ini masih ada 25 perempuan Palestina yang mendekam di penjara Zionis, di antara mereka ada yang mendekam sejak tahun 2002 lalu. Selain itu ada ratusan politikus, akademisi, wartawan dan olahragawan, serta lebih dari 65 anggota dewan legislatif Palestina dan sejumlah mantan menteri.

Selama rentang waktu tersebut, otoritas penjajah Zionis telah mengelurkan sekitar 25 ribu penahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum). Sampai saat ini masih ada 480 tahanan administratif Paletina yang mendekam di penjara Zionis. Hal inilah yang mendorong sejumlah tahanan belakangan ini melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Zionis.

Karena meluasnya penangkapan dan bertambahnya jumlah orang-orang Palestina yang ditangkap, otoritas penjajah Zionis membuka kembali sejumlah penjara yang sudah lama ditutup, yang lebih keras dan kejam dibandingkan dengan penjara-penjara yang masih dibuka.

Sejak tahun 2000, lebih dari 83 tawanan Palestina meninggal di dalam penjara akibat penyiksaan, penelantaran medis atau karena penggunaan kekuatan berlebihan. Juga pembunuhan secara sengaja dan eksekusi pasca penangkapan, sehingga menambah daftar tawanan yang gugur mencapai 206 orang. Puluhan lainnya meninggal dunia setelah keluar dari penjara Zionis karena berbagai penyakit yang dialaminya.

Sejak tahun 2000 hingga hari ini, otoritas penjajah Zionis telah mendeportasi 290 warga Palestina dari Tepi Barat dan al Quds ke Jalur Gaza dan ke luar negeri, baik secara individu maupun kolektif. (asw/infopalestina.com)

Tidak ada komentar