Header Ads

ad

Alhamdulillah, Laporan Peredaran "Kunci Jawaban" Menurun

Jakarta - Ujian Nasional (UN) 2015 akan dimulai pagi ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengaku mendapatkan penurunan laporan peredaran 'kunci jawaban' di kalangan siswa.

"FSGI membuka posko pengaduan terkait UN. Biasanya H-3 ujian itu kita akan banyak menerima laporan-laporan kunci jawaban. Tahun ini kami baru menerima hanya 2 laporan," kata Sekjen FSGI Retno Listyarti saat dihubungi, Minggu (12/4/2015).

'Kunci jawaban' itu diketahui didapatkan siswa dengan cara membeli. 2 Laporan yang masuk pun menyebutkan sejumlah siswa di 2 sekolah di Jakarta patungan uang untuk membeli 'kunci jawaban' tersebut seharga jutaan rupiah.

"Itu masih dengan pola lama, harganya Rp 14 juta dan Rp 21 juta. Anak-anak patungan ini, dan ini ada di Jakarta," ujar Retno.

"Anak-anak itu berinisiatif sendiri-sendiri, tapi dengan model itu kalau nilainya melonjak drastis di UN tapi di sekolah kurang, ya itu akan berdampak buruk untuk anak-anak itu. Menurut saya, kebijakan yang baru ini menyebabkan turunnya jual beli kunci jawaban," tambahnya.

Kebijakan baru yang disinggung Retno adalah UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Siswa ditentukan lulus atau tidak berdasarkan prestasinya selama bersekolah.

"Dampaknya lebih pada kebijakannya, tak lagi penentu kelulusan," ujar Retno.

detik.com

Tidak ada komentar