Asyiknya Mukhoyam di Inggris
"Wah
sepertinya tak terlalu berat nih," kata seorang peserta mukhoyam saat
menerima peta dari panitia. Dari segi jarak memang sepintas dekat. Tapi
kontur yang turun naik di kawasan Yorkshire selatan membuat kegiatan
jalan kaki ini jelas menjadi jauh lebih berat.
Dan itulah yang terjadi.
Hampir semua peserta, yang berjumlah sekitar 40 orang terengah-engah
ketika sampai di pos 3, yang terletak tak jauh dari danau buatan.
Sekitar 1,5 jam sebelumnya mereka meninggalkan pos 2, yang mengambil
tempat di satu pinggir sungai, berjarak sekitar 4 kilometer dari pos 3
jika ditarik dengan garis lurus.
Hari sudah menunjukkan hampir
pukul 20.00 malam ketika regu 1 dan regu 2 tiba. Belum gelap karena
pengaruh musim panas yang membuat jam 20.00 malam seperti jam 16.00
sore. Matahari baru terbenam sepenuhnya ketika jam menunjukkan sekitar
pukul 21.45 di akhir Mei.
Pemandangan alam yang indah,
hamparan rumput dan vegetasi yang menghijau dan rumah-rumah klasik khas
Inggris dengan cerobong asap di tengah lahan pertanian menjadi salah
satu obat lelah bagi para peserta.
Mukhoyam, kegiatan rutin yang
diselenggarakan Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS di Inggris Raya,
tidak hanya menguji kekuatan fisik peserta. Mereka juga harus bisa
menggunakan kompas, membaca peta, dan mencermati tanda-tanda alam.
Kalau tidak, mereka bisa tersesat dan ini dialami oleh salah satu kelompok.
Yang menjadi kekhawatiran
adalah jika kelompok ini bergerak ke utara, bukan ke selatan seperti
yang diminta panitia. Kawasan utara memiliki tantangan yang jauh lebih
berat karena tidak banyak desa di tempat ini, artinya peserta akan
kesulitan untuk bertanya soal rute.
Belum lagi tantangan temperatur yang anjlok ketika malam tiba. Untunglah, tim penyapu dari panitia bisa menemukan grup ini.
"Kalau tersesat, jangan
coba-coba untuk mengambil langkah spekulatif. Kembali saja ke pos
terdahulu," kata seorang anggota panitia memberi saran di setiap awal
etape perjalanan.
Seluruh grup merampungkan penjelajahan alam pada pukul 23.00.
Selain mengasah kemampuan
survival di alam bebas, mukhoyam PIP juga menitikberatkan pada aspek
penguatan ruhiyah dan persaudaraan di antara para peserta. Memang banyak
di antaranya yang baru kali ini bertemu muka secara langsung.
Sebelumnya komunikasi hanya dikenal melalui milist atau grup di
Whatsapp.
Hari kedua diisi dengan
beberapa simulasi, game, dan persembahan seni pertunjukan singkat dari
para peserta yang berasal dari berbagai kota seperti Aberdeen,
Southampton, Colchester, Manchester, Brimingham, Oxford, Newcastle,
Sheffield, dan London ini.
"Luar biasa. Sangat mengesankan, semoga bisa ikut lagi tahun depan," kata seorang peserta dari London.
Bisa dipahami karena setelah
menjalani ujian fisik selama dua hari, mukhoyam diakhiri dengan acara
barbeque, bersama-sama membakar menikmati sajian ayam panggang.
PIP sudah tiga kali mengadakan acara ini dalam beberapa tahun terakhir.
Tahun lalu acara serupa digelar di Lake District sementara setahun sebelumnya mengambil lokasi di Peak District.

Post a Comment