Header Ads

ad

PKS Sayangkan Kebijakan Pemerintah Soal Harga Daging Sapi

Jakarta (29/5) - Kebijakan pemerintah memberikan izin impor daging sapi beku sangat disayangkan. Pasalnya, kebijakan itu dikeluarkan di tengah harga daging sapi lokal yang sedang tidak stabil.
Pemerintah memberi izin impor daging sapi beku 10 ribu ton oleh PT Berdikari.

"Ini kebijakan yang melukai peternak nasional. Tidak mungkin harga daging sapi impor bisa semurah itu, sangat tidak masuk akal," ujar  Ketua Bidang pekerja Petani dan Nelayan DPP PKS, Ledia Hanifa di kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (29/5).

Modal dari  Australia saja, jelas Ledia, sudah Rp 38.000,- /kilogram bobot hidup. Hal itu ditambah lagi dengan penggemukan di kandang Rp 41.000,-/kilogram,  dan masuk RPH sekitar Rp  43.000,- /kilogram.  Jadi karkas mencapai Rp.  87.000,-/kilogram. Paling murah daging impor bisa dihargai sekitar Rp.  105.000,-/kilogram.

"Kebijakan penurunan harga daging sapi sangat tidak memihak kepada peternak lokal. Mau sampai kapan petenak kita di cekik oleh pemerintah sendiri," cetusnya.

Ledia sangat menyayangkan hal ini mengingat komitmen pemerintah yang sangat tidak memihak pada peternak. 

Survei PKS  tiga hari lalu di 11 provinsi dan 3  kabupaten/kota menunjukkan daging sapi di harga 80.000/kg sangat merugikan peternak lokal. Harga daging  sapi sebagai berikut:

1. Sultra Rp 110.000
2. Sumut Rp 130.000
3. Aceh  Rp   140.000
4. Pekanbaru Rp   110.000
5. Lombok  Rp 100.000
6. Sumbawa Rp 90.000
7. Batam Rp 120.000
8. Serang banten  Rp 000.000 - 120.000
9. Pasar jakarta Rp 105.000 - 110.000
10. Bandung  Rp 110.000
11. Jabar  Rp 110.000 - 130.000
12. Jambi  Rp 120.000
13. Cianjur Rp 120.000
14. Manokwari Rp 120.000
15. Sulbar Rp 110.000
16. Riau  Rp 130.000

Tidak ada komentar